Keluhku untuk Ayah

Ayah kini tlah 2 tahun kau meninggalkanku. Dimana lagi aku dapat mencari figur seperti engkau.
Ayah kini anakmu tlah menginjak dewasa seperti yang kau banggakan dulu.
Ayah walaupun hari-hari terus berganti, tetapi tak seperti saat bersamamu.
Ayah sepeninggalmu aku semakin belajar,untuk menjadi seperti ayah, menjadi pemimpin dalam keluargaku.
Ayah banyak sekali pelajaran hidup yang engkau tanam dalam memoriku.
Ayah kini hanya pada diriku sendiri aku dapat mengadu.
Ayah, aku semakin kuat seperti harapanmu. Kuat untuk menjalani hidupku tanpamu lagi.
Ayah dalam doaku selalu memohon tempat untukmu yang layak disisinya.
Ayah aku sudah tidak menangis lagi.
Ayah mungkinkah kita dapat berjumpa jika bebanku semakin berat, walau lewat mimpi. Aku hanya ingin bisa mengeluh bukan kepada diriku sendiri.
Ayah, aku tau itu tidak mungkin karna engkau sudah berada disisiNya.
Ayah aku tahu, walaupun engkau tiada tapi engkau selalu ada. Mungkin ayah sedang memandangku saat ini.
Ayah ntah apa kata apa lagi yang dapat aku tulis kepadamu.
Ayah selamat beristirahat dengan tenang, semoga doa kami selalu menerangi jalan ayah disana.
Karna ayah aku ada dan dapat mengerti arti hidup yang nantinya pasti akan tertuju pada Nya jua.
Selamat jalan ayah, rindu kami selalu tersimpan untukmu selalu.

Posted by Wordmobi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: